add your profile
make this where you add a little description
hey, my name is Irin Puspitaningsih and i'm here to blow your freaking mind.archives
find a link and travel backwards in time
Gerak Lurus Beraturan dan Gerak Lurus Berubah Bera... Januari 2015tagboard
600px by whatever height
this will be an exceptional place to allow your stalkers to leave their remarks lol!Hidroponik Kamis, 15 Januari 2015 @ 21.50
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani
yaitu hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya. Hidroponik
juga dikenal sebagai soilless culture atau
budidaya tanaman tanpa tanah. Hidroponik berarti budidaya
tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.
Jadi, hidroponik adalah suatu metode bercocok tanam
tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral
bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa,
serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai
pengganti media tanah.
TEKNIK/JENIS HIDROPONIK
1. Hidroponik wick systems
Merupakan sistem
hidroponik yang paling sederhana. Cara kerjanya pasif, artinya tidak ada pompa
air dan aliran air dalam sistem ini.Larutan nutrisi dihisap dari reservoir ke
media tanam dengan sumbu (wick). Media tanam yang bisa digunakan dalam sistem
ini adalah perlite, vermiculite, rockwool dan coco fiber.Karena hanya
mengandalkan kapilaritas sumbu dalam memasok nutrisi, maka sistem ini tidak
cocok digunakan untuk tanaman rakus hara, karena tanaman akan menyerap nutrisi
lebih cepat daripada yang bisa dialirkan oleh sumbu.
2. Hidroponik deep water culture
Biasanya
menggunakan rakit apung yang terbuat dari styrofoam dan pot kecil yang diberi
penyangga kapas atau rockwool atau hydrotron untuk mendirikan tanaman.
Nyaris seluruh
perakaran tanaman terendam dalam larutan nutrisi yang diberi aerasi dengan
pompa udara akuarium + airstone selama 24 jam. Tujuan aerasi adalah menambah
pasokan oksigen pada air yang nantinya dimanfaatkan akar tanaman.
Pompa udara bisa
diganti dengan powerhead dengan nipple udara, oksigen larut dalam air lebih
banyak dibandingkan pompa udara akuarium + airstone. Deep water culture cocok
untuk tanaman yang pertumbuhnya cepat dan suka banyak air seperti selada dan
kangkung.Jenis hidroponik ini cocok untuk pengenalan hidroponik pada anak
sekolah, karena mudah dan minim perawatan. Bahan-bahan untuk membangun
hidroponik deep water culture sangat mudah ditemui disekitar kita, bisa
menggunakan akuarium atau wadah kedap air lainnya sebagai reservoir.
Kelemahan dari
sistem ini adalah kurang cocok untuk tanaman berukuran besar dan tanaman yang
dibudidaya dalam jangka panjang.
3. Hidroponik EBB and flow (flood
and drain)
Sistem Ebb and
flow bekerja dengan membanjiri sementara tray tumbuh dengan larutan nutrisi,
lalu kemudian nutrisi dikembalikan ke dalam reservoir. Untuk mengatur sistem
seperti itu, digunakan pompa celup yang terhubung dengan timer. Frekuensi
pasang surut disesuaikan dengan jenis tanaman dan juga media tanam.Sistem EBB
and flow ini umumnya dibangun dengan menggunakan media tanam batu berpori,
kerikil, perlite, vermiculite, coco fiber dan juga rockwool yang berbentuk
granular. Penggunaan pot individu dapat meningkatkan produktifitas dan
memudahkan perawatan.
Kekurangan utama
pada sistem ini adalah ketergantungannya yang sangat besar pada listrik,
terlebih jika media tanam yang dipilih tidak bagus untuk menahan air seperti
kerikil, batu berpori, perlite, sedikit saja siklus pengairan terganggu
akar tanaman akan mengering dengan cepat dan tanaman mati.Solusi jika kurang
yakin dengan listrik PLN di lokasi anda adalah dengan menyiapkan genset atau
menggunakan media tanam yang dapat menahan air dengan baik seperti vermiculite,
rockwool dan coco fiber.
4. Hidroponik drip systems
(recovery & non-recovery)
Drip systems atau di sini lebih dikenal dengan sebutan
irigasi tetes adalah sistem hidroponik yang paling banyak digunakan di seluruh
dunia.Cara kerjanya sederhana, timer mengatur pompa celup yang ditaruh di dalam
reservoir berisi larutan nutrisi, kemudian larutan nutrisi dialirkan selama
beberapa saat dan diulangi lagi beberapa jam kemudian.Jika sistem irigasi
tetesnya recovery maka larutan nutrisi akan dikembalikan ke reservoir sedangkan
pada sistem irigasi tetes non-recovery larutan nutrisi dibiarkan mengalir ke
tanah atau saluran pembuangan khusus.
Dengan sistem
irigasi tetes ini media tanam yang digunakan cukup media tanam pot
konvensional, harga media tanam konvensional jelas lebih murah dibandingkan
media tanam hidroponik.Karena media tanam konvensional sudah mengandung sedikit
nutrisi, maka nutrisi yang dilarutkan pada sistem irigasi tetes ini
konsentrasinya lebih sedikit (encer) dibandingkan sistem hidroponik lainnya.
Irigasi tetes cocok untuk budidaya tanaman rakus
nutrisi seperti cabe, tomat juga tanaman buah lainnya yang biasanya berukuran
besar dan memerlukan waktu budidaya yang cukup lama.Timer yang digunakan untuk
sistem irigasi tetes tidak harus sebagus timer untuk sistem hidroponik lainnya,
cukup menggunakan timer yang biasa dijual di toko listrik, misalkan terjadi
kesalahan hingga tanaman tidak mendapat larutan nutrisi katakanlah selama 24
jam, tanaman masih tetap bisa hidup normal.
Irigasi tetes
non-recovery lebih diminati walaupun memerlukan larutan nutrisi lebih banyak,
sebab pada irigasi tetes recovery sering mengalami perubahan parameter larutan
nutrisi terutama PH.
5. Hidroponik nutrient film
technique (NFT)
Sistem hidroponik
populer lainnya selain irigasi tetes, jika berbicara tentang hidroponik, yang
digambarkan dalam pikiran orang kebanyakan adalah sistem ini.Sistem NFT
menerapkan aliran nutrisi (beserta air dan udara) yang konstan, sehingga tidak
memerlukan timer dalam penerapannya.
Cara kerja NFT dengan mengalirkan larutan nutrisi yang
dipompa dari reservoir secara terus-menerus ke dalam tray pertumbuhan (biasanya
terbuat dari pipa PVC), bagian akar yang terendam nutrisi kira-kira 1/2-nya
saja. Larutan nutrisi yang sudah melewati perakaran akan kembali ke reservoir,
siklus itu terus berulang.Sistem NFT biasanya tidak menggunakan media tanam,
hanya menggunakan pot kecil yang diberi ganjalan gabus atau kapas untuk membuat
tanaman berdiri, akar tanaman menjuntai bebas di dalam pipa.Sistem ini sangat
tergantung dengan listrik, kehilangan daya listrik atau terjadi kerusakan pompa
dapat menyebabkan akar mengering dengan cepat.
6. Aeroponic
Mirip dengan NFT, aeroponic tidak memerlukan media
tanam, akar yang menggantung di udara disemprot larutan nutrisi yang
dikabutkan.Frekuensi pengkabutan biasanya setiap beberapa menit dan harus
teratur, karena jika pengkabutan tidak teratur akar akan mengering dengan
cepat.Timer yang digunakan untuk aeroponic harus yang terbaik (tentu saja
harganya mahal), karena timer murah cepat sekali rusak jika digunakan dengan
frekuensi on-off yang begitu singkat.
Pertumbuhan
tanaman yang dibudidayakan secara aeroponic lebih cepat dibandingkan dengan
sistem hidroponik lainnya, karena nutrisi yang dikabutkan jauh lebih mudah
diserap. Aeroponic bisa untuk budidaya tanaman dengan kebutuhan nutrisi tinggi
seperti kentang.
All content © this is unless stated otherwise. Powered by Blogger.

.jpg)